Home arrow Pemilihan Presiden arrow Popularitas JK-Wiranto Merangkak Naik, Besar Peluang Dua Putaran
Jun 22 2009
Popularitas JK-Wiranto Merangkak Naik, Besar Peluang Dua Putaran Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Senin, 22 Juni 2009
Senin, 22 Juni 2009
Dibaca oleh : 355 Orang

ImageHasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan persepsi publik terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win), naik 4,83 persen selama dua periode survei. Merangkaknya JK ini diperkirakan akan mendorong pemilu presiden dua putaran.

"Pada survei 11-17 Mei 2009, perolehan JK-Win 12,37 persen. Lalu pada 4-11 Juni 2009, JK-Win naik menjadi 17,20 persen. Adapun persepsi publik terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut satu dan dua menurun. Jika pada 8 Juli nanti keadaannya seperti ini, kemungkinan besar pilpres putaran kedua terjadi," ujar Pengamat Politik, Muhlizar, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (21/6). Ia menanggapi survei yang dilakukan Puskaptis.

Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid mengatakan, pada survei kedua, Megawati-Prabowo turun 2,09 persen dari survei pertama. Adapun pasangan SBY-Boediono turun 5,24 persen pada survei kedua.

Menurut Puskaptis, naiknya persepsi masyarakat terhadap JK-Win disebabkan oleh visi-misi yang ditawarkan pasangan tersebut. Selama ini, lanjutnya, JK-Win gencar berkampanye melalui televisi dan radio dengan "Lebih Cepat Lebih Baik"-nya.

"Apalagi, melihat mesin politik SBY-Boediono dan Mega-Pro tidak dihidupkan. Terutama partai-partai koalisinya," imbuh Muhlizar yang juga mantan anggota Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

» 2 Comments
1Comment
at Thursday, 25 June 2009 09:46by Alfathan
Insya Allah JK-Win is the best.... Lebih cepat lebih baik menuju kesejahteraan dan kemandirian
2Comment
at Tuesday, 30 June 2009 10:36by Arhy
JK is THE REAL PRESIDENT..... 
INsYa ALLah.... LCLB (Lebih Cepat Lebih Baik)
» Post Comment
Email (will not be published)
Name
Title
Comment
 remaining characters
Captcha Image Regenerate code when it's unreadable