Home arrow Artikel arrow Minoritas dan Muda
Jul 25 2008
Minoritas dan Muda Cetak E-mail
Ditulis Oleh Jeffrie Geovanie   
Jumat, 25 Juli 2008
Jumat, 25 Juli 2008
Dibaca oleh : 1398 Orang

ImageBAGI negara-negara demokrasi yang pluralis, Amerika masih menjadi salah satu model terdepan. Karenanya, bila Barack Obama memenangkan Pilpres akhir tahun ini, kemungkinan besar polanya akan menjadi tren yang melanda dunia, akan ditiru oleh negara-negara lain.

 

Dengan demikian, Barack Obama yang mencerminkan kekuatan minoritas dan muda, akan menjadi 'ikon' politik yang kuat yang akan mempengaruhi politik dunia, termasuk di Indonesia.

Siapa sajakah yang akan mendapatkan momentum --sebagai representasi ikon politik minoritas dan muda di Indonesia? Jika dilihat dari perkembangan politik mutakhir maka muncul sejumlah nama seperti Rizal Mallarangeng, Anies Baswedan, Fadjroel Rahman, Yudhi Chrisnandi (representasi minoritas di Golkar), Ilham Habibie, dan masih ada beberapa nama lain yang sangat potensial namun belum muncul di permukaan.

Banyak kalangan berpendapat bahwa pengalaman merupakan modal utama bagi seseorang untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian, apakah mereka, para tokoh muda yang saya sebut di atas, menjadi tidak berpeluang lantaran bukan merupakan mantan menteri atau mantan gubernur?

Menurut saya, kemampuan untuk menjadi presiden yang baik tidak harus berpengalaman menjadi menteri atau gubernur yang sukses. Pengalaman menjadi pemimpin di luar struktur kekuasaan formal pun bisa menjadi modal utama. Yang penting, seorang pemimpin memiliki karakter yang kuat, integritas, wawasan yang luas, dan kemampuan manajerial. Satu hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin adalah keberanian mengambil keputusan. Mengambil keputusan --walau mungkin kurang kurang tepat, kata Tony Blair, jauh lebih baik daripada tidak mengambil kepetusan.

Masih tersedia waktu yang cukup bagi generasi baru untuk mempersiapkan diri menuju Pilpres 2009. Sarana yang paling efektif untuk mengkampanyekan diri, sebagaimana ditunjukkan sejumlah survai, adalah menggunakan media televisi, baik berupa iklan, maupun kesempatan menjadi bagian dari sebuah acara (dialog/debat publik, dan lain-lain) atau pun pemberitaan.

Masih banyak waktu juga bagi kita semua untuk mempelajari siapakah di antara mereka, dari kalangan minoritas dan muda itu, yang mungkin saja mendapatkan momentum dari sejumlah peristiwa penting di negeri ini sehingga tiba-tiba mencuat di permukaan. Bukankah memenangkan pertarungan politik pada dasarnya memenangkan sebuah momentum?

Kita tunggu saja. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin.

 

Penulis : Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar 

Dimuat oleh : www.myrmnews.com 

» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
Email (will not be published)
Name
Title
Comment
 remaining characters
Captcha Image Regenerate code when it's unreadable