Selasa, 30 Juni 2009
Dibaca oleh : 319 Orang
JAKARTA - Selasa (30/6) malam ini, tiga calon wakil presiden, Prabowo Subianto, Boediono, dan Wiranto, kembali akan tampil berhadapan dan beradu argumentasi tentang visi dan misi mereka memimpin Indonesia. Mereka akan berdebat mengenai "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia".
Acara debat yang akan berlangsung di Hotel Bumikarsa Bidakara, Jakarta, dan ditayangkan langsung oleh stasiun televisi TVOne pada pukul 19.00-21.00 ini akan dipandu oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia Fahmi Idris. Ini merupakan acara debat keempat atau debat cawapres kedua dari lima rangkaian acara debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Sebelumnya, acara debat cawapres berlangsung di Senayan City dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi SCTV, Selasa (23/6). Dalam acara debat yang dipandu oleh Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat itu, Wiranto tampil berani. Ia beberapa kali mengungkapkan perbedaan pandangannya sehingga acara debat terasa hidup.
Undang perawat dan dokter
KPU memastikan, pelaksanaan debat calon wakil presiden kali ini akan lebih meriah. Pasalnya, KPU akan mengundang perawat dan dokter lengkap menggunakan seragamnya.
Anggota KPU, I Gusti Putu Artha, pekan lalu, mengungkapkan, ada sejumlah hal teknis yang diperbaiki dalam penyelenggaraan acara debat malam nanti. Menurut Putu, moderator tidak akan mengambil alokasi waktu terlalu banyak. Selain itu, posisi penonton akan diatur melingkar sehingga menempatkan kandidat di tengah. Dengan begitu, kandidat dituntut untuk bergerak.
Selain itu, agar lebih semarak, timkamnas diatur agar berdiri saat sesi perkenalan cawapres. "Agar lebih hangat. Kami juga sudah mem-briefe moderator agar sangat fokus dan tajam dalam memberikan pertanyaan sehingga kelihatan jawaban kandidat berbeda," tuturnya.
» 1 Comment
1"untuk rakyat?" at Thursday, 02 July 2009 09:15
maaf sebelumnya, tetapi saya nggak ngerti, kenapa ajang debat yang "katanya" untuk rakyat ini sepertinya belum bisa dibilang untuk rakyat yah... Sudah gitu, penonton di studio dilarang bertepuk tangan lagi, demokrasi apa ini?? mana bisa rakyat Indonesia disuruh kayak gitu. Kalo awalnya saja sudah kayak gini, saya jadi tambah pesimis deh dengan sistem di negara kita ini.
» Post Comment
|