Selasa, 18 Agustus 2009
Dibaca oleh : 1920 Orang
Kemenangan SBY dalam Pemilu Presiden 2009, diakui Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla, banyak dipengaruhi citra pemerintahannya yang lebih baik daripada pemerintahana sebelumnya di mata masyarakat.
"Jadi, meski bagaimanapun iklan-iklan menjelekkan, enggak mempan karena kenyataannya keadaan sekarang lebih baik. Lihat PDI-P dan Gerindra habis-habisan mengambil topik itu untuk dijadikan kampanye, enggak mempan," tutur JK ketika membuka Seminar Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia bertajuk "Golkar Bangkit" di Hotel Sultan, Selasa (sok18/8). Golkar sulit untuk mengambil manfaat dari pemerintahan SBY-JK karena JK sebagai Wakil Presiden hanya mendapat manfaat "kedua" yang lebih kecil, ungkap JK. Presiden tentu mendapat manfaat lebih besar dari kinerja tim di bawahnya.
"Saya wapres pasti akan selalu dapat yang lebih kecil daripada presiden. Jadi, ini hasil yang sesuai prinsip. Saya memang selalu diperingatkan ketika berkunjung ke daerah. Jangan kalau naik BBM, impor beras, Ketum (JK) yang umumkan. Sulitnya, di pemerintah tak ada yang mau umumkan," tuturnya.
Ia mengaku sudah memahami hal tersebut dan menyadari perolehan suara Golkar dalam pilpres lalu pun di peringkat kedua memang menjadi sisa-sisa manfaat dari statusnya sebagai wapres dan kekukuhannya berkeliling daerah ketika kampanye pilpres.
» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
|