Rabu, 15 April 2009
Dibaca oleh : 1843 Orang
Jakarta - Peta koalisi partai-partai politik menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 masih terus berubah, terutama baik di Blok S (SBY). Peta koalisi Partai Demokrat makin tidak jelas setelah rencana kembalinya Golkar ke pangkuan SBY menguat. PKS dan PAN kembali 'bermain'.
Berubahnya peta koalisi di Demokrat semakin mencair setelah Golkar ikut mendekat. Sebelumnya, sedikitnya ada 3 parpol bersuara cukup besar yang sudah solid mendukung Demokrat. Yaitu PKS (diprediksi memiliki 8,4% suara), PAN (diprediksi memiliki 6,6% suara), dan PKB (diprediksi memiliki 5,1% suara).
PKB satu-satunya parpol yang sudah terang-terangan dan masih konsisten untuk bergabung dengan Demokrat untuk membentuk pemerintahan di bawah SBY. Hingga saat ini, deal-deal dengan Demokrat terus dilakukan PKB. PKB meminta jatah menteri lebih dari dua kursi.
PKS juga terang-terangan condong berkoalisi dengan Demokrat. Apalagi suara dari massa akar rumput menginginkan PKS berjuang bersama Demokrat. Dorongan ini menguat seiring menguatnya wacana duet SBY-Hidayat Nurwahid (HNW).
Sedangkan PAN, meski terlihat lebih 'pendiam', namun menurut sumber detikcom, partai berlambang Matahari Terbit ini sebenarnya sudah mengarah ke Demokrat. Salah satu faktor yang membuat PAN melirik SBY, selain karena Demokrat merupakan pemenang Pemilu 2009, juga karena pada pemerintahan 2004-2009, PAN juga sudah mendudukkan dua menterinya di kabinet SBY. Selain itu, PAN juga sudah memprediksi SBY akan terpilih lagi sebagai presiden 2009-2014.
Hingga dua hari setelah pemilu berlangsung, Partai Golkar yang diprediksi meraih sekitar 14,5% persen suara belum bersuara dengan jelas akan berkoalisi dengan siapa. Namun, melalui rapat-rapat internal secara maraton selama beberapa hari, akhirnya Golkar memperlihatkan arah koalisi dengan Demokrat. Bahkan, Golkar dikabarkan sudah menyorongkan formula koalisi, termasuk posisi Wapres dan beberapa kursi menteri. Jusuf Kalla (JK) yang sebelumnya memiliki jargon 'lebih cepat lebih baik', sepertinya memang semakin mantap untuk lebih cepat dan lebih baik untuk kembali ke SBY.
Masuknya Golkar ke gerbong Demokrat membuat dua parpol yang sudah memberi sinyal jelas untuk berkoalisi dengan Demokrat kembali 'bermain'. PKS bahkan mengancam akan keluar dari koalisi bila SBY menjadikan JK sebagai cawapres. Rencana pertemuan PKS dengan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto pun dirancang, meski hingga Rabu (15/4/2009), pertemuan itu tidak jelas.
Sementara PAN yang belum memiliki langkah lebih jauh berkoalisi dengan Demokrat, terlihat lebih menunggu dan melihat (wait and see). Untuk meningkatkan daya tawar, PAN sepertinya akan bermain di atas lebih dari satu kaki. Rencananya, hari ini, PAN bertemu Prabowo. Wacana duet Prabowo-Soetrisno Bachir (SB) juga dimunculkan.
Sedangkan PKB sepertinya masih tetap lengket dengan Demokrat, meski ada rencana Golkar akan bergabung. PKB makin memperlihatkan tidak memiliki pilihan lain. Namun, isu yang berkembang, keinginan PKB ke Demokrat lebih pragmatis: mengincar kursi menteri. Muhaimin Iskandar, sang ketua umum, diprediksi tidak akan bisa melaju ke Senayan dan akan diajukan sebagai calon menteri.
PPP yang pada pemerintahan 2004-2009 berada di pemerintahan SBY, jauh-jauh hari memperlihatkan untuk bercerai dengan Demokrat. Bahkan sebelum Pemilu 9 April 2009, partai berlambang Ka'bah ini sudah menggaungkan membentuk Golden Triangle, koalisi bersama PDIP dan Golkar.
Namun, seusai Pemilu dan diprediksi perolehan suaranya turun, PPP terlihat bingung. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali masih mencoba untuk merealisasikan Golden Triangle, namun Golkar sepertinya sudah tidak tertarik. PPP terlihat pecah, karena faksi lain di PPP seperti Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz yang berasal dari unsur Muslimin Indonesia (MI) lebih tertarik berkoalisi dengan SBY. Singkatnya, arah koalisi PPP makin tidak jelas.
Bagaimana Partai Bulan Bintang (PBB)? Partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra dan MS Kaban ini makin keriput saja. Hasil quick count menunjukkan perolehan suara PBB di bawah 2%, sehingga diprediksi partai ini tidak bisa mendudukkan wakilnya di DPR. Namun, setelah memperlihatkan ingin bercerai dengan SBY, namun partai ini juga ingin kembali ke SBY, meski daya tawarnya makin rendah dibanding 2004 lalu.
» 18 Comments
1Comment at Thursday, 16 April 2009 14:29
Saya berharap Demokrat tidak berkoalisi lagi dengan Golkar, jangan takut akan kehilangan suara karena rakyat sudah semakin solid mendukung SBY, siapapun pasangan SBY nantinya saya yakin ia akan menang. Bila ingin berkoalisi lebih baik dengan PKS demi masa depan Indonesia yang lebih baik
2"Mr" at Saturday, 18 April 2009 01:51
Ngapain berpolemik, lanjutkan saja. Tidak usah Pemilu kalu perlu. Rakyat lelah. Daripada SBY-HNW, sekalian saja AHMADINEJAD-HNW.....
3"ada deh" at Saturday, 18 April 2009 13:32
ya mending ama PKS aja .............DPR bersih Presiden keren....(garing banget gak sih gue?)
4Comment at Saturday, 18 April 2009 15:58
saya juga setuju dgn sdr Beny.
5"COMENT" at Tuesday, 21 April 2009 02:36
BAGAIMANAPUN SUDAH TERBUKTI JIKA GOLKAR MASUK KEPEMERINTAHAN BAIK PRES MAUPUN WAPRES KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK, DAN ITU BUKTI NYATA. LIHAT SAJA SEBELUM SBY-JK JADI PERSIDEN, INDONESIA TERPURUK DAN ASET2 PADA DUJUAL KE ASING. NGATUR NEGARA GAK CUMA HARUS BERSIH TAPI JUGA MAMPU, CEPAT, TEPAT DAN BENAR, DAN ITU BANYAK DIMILIKI KADER GOLKAR, JANGAN REMEHKAN GOLKAR. KLU CUMA HIDAYAT NUR WAHIT BISA APA, SELAMA MENJABAT KETUA MPR GAK ADA TROBOSAN SAMA SEKALI., INTROSPEKSI DIRI LA
6"re; beny" at Tuesday, 21 April 2009 02:48
JANGAN SETIMEN SAMA GOLKAR, SEKARANG ANDA LIHAT SENDIRI, KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI, DAN GAK TULI, DAN BISA MELIHAT SETELAH ADA KADER GOLKAR YANG JADI WAPRES INDONSIA BISA SEPERTI SEKARANG, DAN ITU SUDAH TERBUKTI. JANGAN CUMA MENCELA GOLKAR SAJA. INGAT NGATUR PEMERINTAHAN GAK CUMA HARUS BERSIH SAJA, TAPI JUGA HARUS MAMPU, CEPAT, TEPAT DAN BENAR DALAM MENGATASI SEMUA PROBLEM. DAN HAL ITU SUDAH TERBUKTI SETIAP KADER GOLKAR MASUK PEMERINTAHAN. NURWAHIT EMANGNYA BISA APA, LIHAT KIPRAHNYA SELAMA INI
7Comment at Tuesday, 21 April 2009 04:39
Betul kata Sdr.Beny. Yang jelas saat ini kita udah memiliki seorang Presiden yang mempunyai karakter dan peringkat yang baik dari yang seblumnya...Hanya saja Indonesia masih perlu waktu untuk berubah dibawah kepemimpinan SBY. Maju terus SBY Joss.
8"peta koalisi" at Wednesday, 22 April 2009 11:16
SBY mesti mempertimbangkan agar koalisi berjalan dengan baik, baik di parlemen maupun di Pemerintah untuk itu partai mana yang benar-benar signifikan perolehan kursinya mungkin akan lebih memperkuat koalisi pemerintahan yang akan datang, namun harus diingat bahwa sebelumnya harus ada semacam kesepakatan yang jelas bila perlu ada semacam piagam yang memuat isi dari koalisi tersebut siapa akan melakukan apa, supaya kedepan tidak saling bersaing saling klaim dirinyalah yang paling berperan.
9"oke" at Wednesday, 22 April 2009 11:55
siapa saja yang jadi presiden saya akan mendukungnya.
10"demokrat a.k.a SBY" at Thursday, 23 April 2009 02:15
Udah d maju terus partai demokrat,,, Barusan gue liat TV one, ada debat masalah kecurangan pemilu,,,,trus demokrat di tuding semua ini sistematis politik dari SBY,,,,,trus dibales sama orang demokrat,,,,dibalesnya gini,,,,,mana mungkin,,,,demokrat partai yang bersih,,,,,,,kenyataannya malah ada partai politik yang kalo menang mabog kalo kalah ngamuk,,,,hahahahaha,,,ngikik bgt gw mending demokrat, kalo menang bersyukur, kalao kalah ya bersabar,,,,,mantap bgt tuh orang demokrat,,,,
11"MSi" at Thursday, 23 April 2009 13:01
koalisi yang dilakukan oleh Demokrat kepada partai selain Golkar tetap saja SBY yang akan jadi RI 1 karena dengan gaya kepemimpinan beliu yang santun membuat rakyat Indonesia semakin simpatik terhadapnya dan dengan sendirinya rakyat akan memilih SBY sebagai Presiden RI. Dan saya berharap agar Indonesia lebih maju dibandingkan dengan tahun lalu, tertutama dibidang ekonomi, sosial, politik, budaya dan hankam. dan penyediaan penjara untuk tiap para pejabat negara yang terlibat KKN
12"LaNjUtKaN" at Thursday, 23 April 2009 15:46
pilihlah... para pemimipin yang cerdas, ARIF, bijaksana, intelektual, santun dalam berbicara, santun dalam bertindak, sabar dalam menghdapi cercaan dan hinaan.. cerdas berfikir . cermat bertindak.. santun dalam bertutur kata....siapa dia,,,, sudah banyak yang tau.,.. seorang.. pemimpin yang tangguh dan sabar dalam menghadapi segala tantangan.... SBY.... LANJUTKAN..... pilih dengan intelektualitas yang tinggi.. dan realita yang ada.... SBY,,,SBY.... lanjutkan,... dengan bukti yang real....
13"Mr" at Thursday, 23 April 2009 17:48
Saya melihat sebagian besar calon2 pemimpin di Indonesia ini sebenarnya hanya ingin merebut kekuasaan dan mendapatkan rezeki yang dia inginkan.Tapi saya yakin Rakyat Indonesia tidak buta.Untuk maju kedepan kita harus melihat kebelakang. Sudah berapa kali Indonesia memilih Presiden sejak runtuhnya kepresidenan Soeharto. Hanya dibawah pemerintahan Presiden SBY lah Indonesia bisa berubah menjadi baik, SBY berani tidak pandang bulu bagi KORUPTOR wajib diadili.Ini FAKTA . Mudah2an SBY terpilih lagi
14"PSK SAJA" at Friday, 24 April 2009 08:17
Daripada bingung pilih2 partai, pilih PSK aja. ( Partai SEX Komersil) ha, ha , ha
15"HIDUP SBY!!!!!!!!!!!!!!!!" at Saturday, 25 April 2009 09:13
JK PLIN-PLAN DAN GA SOLID, BUKTINA KOSONGNYA KURSI WAPRES SAAT SBY BERTUGAS, SBY SIBUK MELAKSANAKAN TUGAS KENEGARAAN DAN PEMERINTAHAN, JK TERLALU SIBUK MONDAR MANDIR BERKOALISI,MENJELEK2KAN DAN DENGAN SOMBONG MENGKLAIM KINERJA PEMERINTAHAN, OY GOLKAR GA USAH NAIK DARAH GITU DONGK, MALU DILIHAT AMA RAKYAT, BUAT SBY, TERUS BERJUANG DAN LANJUTKAN, MUNGKIN ANDA NGGAK BUTUH NEGARA DAN RAKYAT, TAPI NEGARA DAN RAKYAT SANGAT BUTUH ANDA, SEMOGA KEDEPAN NEGARA KITA LEBIH BAIK
16Comment at Saturday, 25 April 2009 22:46
Rakyat sudah capek melihat elit bertengkar terus sebelum dan setelah pemilihan, mask orang tua ngak tau diri maunya kejar jabatan terus, ingat ya saudara dipilih untuk dihormati dan bekerja bukan untuk perebutan kekuasaan, mega saarlah sudah bobrok jangan balik, jk cukup sudah magang memang kemampuan nyak situ, SELAMAT SBY SEMOGA SUKSES 5 TAHUN LAGI, cuek aja SBY dengan tingkah orang tua ngak bener
17Comment at Thursday, 02 July 2009 09:14
Keberhasilan suatu pekerjaan rumah tangga,bkn karna PEMBANTUNYA tp karna KEPINTARAN MAJIKAN NYA dalam mencari pembantu,SBY......LANJUTKAN.
18Comment at Tuesday, 07 July 2009 08:57
ah aku mah JK aza ah....
» Post Comment
|