Selasa, 26 Mei 2009
Dibaca oleh : 294 Orang
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Fadli Zon, mengkritik balik pernyataan juru bicara Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Rizal Mallarangeng, soal Prabowo Subianto. Fadli menilai Rizal telah kalap dan panik.
"Saya tidak tahu Rizal kapasitasnya sebagai konsultan, tim sukses atau pemilik Fox Indonesia, tapi ada hal yang harus diluruskan," kata Fadli dalam jumpa pers di Mega-Prabowo Media Center, Jalan Prapanca, Jakarta, Selasa 26 Mei 2009. "Pertama, tentang neoliberal dan ekonomi kerakyatan, itu suatu pilihan, tapi pemerintah sekarang memilih ekonomi liberal, contoh impor bahan-bahan pangan tarif masuknya rendah," ujarnya. Fadli lalu melansir soal impor susu yang tarifnya dinolkan sehingga merugikan petani dan peternak Indonesia.
Fadli juga menyinggung Washington Consensus yang menginginkan penghapusan subsidi. Di Indonesia, kebijakan ini diadopsi salah satunya melalui pencabutan subsidi bahan bakar minyak. "Rizal juga dulu sangat mendukung pencabutan sehingga mengiklankan di sejumlah media," ujarnya.
Pernyataan Rizal bahwa platform ekonomi kerakyatan harus diusung oleh orang yang tidak punya kepentingan, "yang tidak memiliki cacat dalam track record-nya" diklarifikasi pula oleh Fadli. "Selama ini Prabowo berpihak pada kepentingan rakyat. Dia sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia selalu memperjuangkan rakyat. Tidak seperti yang dituduhkan Rizal," ujar Fadli.
Jadi, kata Fadli, "Pernyataan Rizal itu seperti orang kalap dan panik. Kami merasa senang karena berarti mereka merasa ada ancaman."
Karena itu, kritik Rizal Mallarangeng kepada Prabowo seperti senjata makan tuan kepada Rizal yang pernah menyatakan calon presiden Jusuf Kalla tidak santun dalam berkampanye. "Logikanya tidak utuh. Tim kampanye lawan tidak menggunakan logika lagi. Harusnya berpolitik santun dan tidak menyerang pribadi," ujar lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia itu.
Pada Senin kemarin, Rizal menyatakan "ekonomi kerakyatan" yang diusung Prabowo hanyalah retorika. "Taruhlah Pak Boediono. Dulunya dia hidup di sebuah desa kecil di Blitar, anak seorang guru. Jadi jangan cuma retorikalah," ujar Rizal.
» 1 Comment
1"Fadli Zon: Rizal Mallaran" at Wednesday, 27 May 2009 13:35
Benar, nampak Rizal Mallarangeng seakan-akan panik, tidak sabar dan ingin terus debat kusir dengan tim sukses pas-pres/wapres yang lain yang sedang berbicara. Kontras bila dibanding dengan biasanya dia mewawancarai pakar politik di media Metro TV. Mengapa begitu? Tetapi dengan senyuman dan tertawa ala Ganjar Pranowo menanggapi statement-statement Rizal Mallarangeng meninggalkan kesan bahwa keberadaan Rizal dalam tim sukses SBY-Boediono seperti bahan perbincangan. Di Detik com ada sebutan RENTAL
» Post Comment
|