Home arrow Berita Politik arrow Bawaslu Diminta Stop Aktivitas IFES
Jul 15 2009
Bawaslu Diminta Stop Aktivitas IFES Cetak E-mail
Ditulis Oleh detikcom   
Rabu, 15 Juli 2009
Rabu, 15 Juli 2009
Dibaca oleh : 298 Orang

ImageJakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta menghentikan aktivitas International Foundation of Electoral System (IFES) di Indonesia. Kerjasama antara IFES dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak transparan.

"Mudah-mudahan Bawaslu memeriksa betul mengenai kerjasama KPU dan IFES dalam pemanggilan hari ini. Untuk amannya, Bawaslu hentikan aktivitas IFES di Indonesia terlebih dahulu," ujar pengamat pemilu, Ray Rangkuti, dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu (15/7/2009).


Ray menganggap KPU mengadakan kerjasama dengan lembaga asing tanpa dasar hukum yang jelas. Kerjasama antara dua lembaga ini dinilainya sangat berisiko, mengingat fokus kerjasama pada penghitungan cepat pilpres.


"Apa dasar KPU mengikat kerjasama dengan IFES untuk kegiatan yang

sama sekali tidak ada dasar hukumnya. Perlu diwaspadai apakah IFES yang memaksakan untuk masuk ke perhitungan cepat via SMS untuk membaca pemilu Indonesia," keluh Ray.


Ray justru mempertanyakan apa motivasi IFES yang biasanya membantu dalam periklanan dan pendidikan pemilih, sehingga tiba-tiba membantu perhitungan cepat pilpres. Faktanya, kerjasama kedua lembaga ini dinilainya gagal.


"Bagian yang mereka masuki pada kenyataannya tidak hanya gagal tetapi juga kisruh, DPT gagal, hitung cepat hanya 40 persen. Baik KPU maupun IFES tidak pernah transparan mengenai hal ini," tegasnya.

» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
Email (will not be published)
Name
Title
Comment
 remaining characters
Captcha Image Regenerate code when it's unreadable