Kamis, 26 Juni 2008
Dibaca oleh : 981 Orang
"Sejarah akan berulang" dan "pengalaman adalah guru yang terbaik", adalah dua ungkapan bijak yang patut kita resapi maknanya pada hari-hari ini.
Kalau kita cermati, suasana politik hari ini ada kemiripan dengan suasana lima tahun silam. Mari kita bandingkan, suasana Juni 2003, setahun menjelang Pilpres 2004, dan Juni 2008, setahun menjelang Pilpres 2009.
Juni 2003, hampir mayoritas elit politik, juga para pengamat, meyakini bahwa Megawati Soekarnoputeri sebagai presiden sangat kuat posisinya, ditunjang hasil-hasil survei yang saat itu kurang diyakini, menempatkan Mega pada posisi tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain yang akan maju dalam pilpres seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais, Wiranto, dan lain-lain.
Bandingkan kini, hampir seluruh elit partai menjadikan survei sebagai pegangan sakral dalam menentukan pilihan kandidat yang diusung -menggelikan sebenarnya, terkesan asal melihat hasil yang tertinggi.
Memang ada suasana batin yang membuat seolah-olah ketika itu hampir tidak ada satu pun tokoh yang akan mampu mengungguli popularitas dan elektabilitas Megawati. Tapi apa yang terjadi? Faktanya, pada Pilpres 2004 Megawati gagal mempertahankan posisinya sebagai presiden (yang menggantikan Abdurrahman Wahid).
Lantas bagaimana dengan Juni 2008? Tampaknya sama saja dengan Juni 2003. Buktinya, pertama, dalam survei-survei yang dianggap valid, Presiden SBY masih unggul diantara tokoh-tokoh lain sebagai capres.
Kedua, banyak orang-orang di sekeliling presiden memiiki konfidensi yang cukup tinggi bahwa Presiden SBY akan kembali memenangkan pemilihan, seolah-olah tidak akan ada seorang tokoh pun yang jangankan mengalahkan, bahkan mengimbangi SBY pada Pilpres 2009 pun dianggap tidak ada.
Sultan Hamengku Buwono X yang popularitasnya terus menanjak pun, hanya dianggap layak dan pantas bersaing untuk posisi tak lebih dari cawapres. Padahal dalam jangka waktu lebih dari satu tahun menuju pilpres, apa pun bisa terjadi.
Politik adalah wilayah kehidupan yang paling sulit ditebak, bahkan di negara yang sistem politiknya sudah mapan sekalipun. Kita bisa lihat di Amerika misalnya.
Setahun yang lalu Senator Barack Obama masih bisa dikatakan mustahil mampu mengalahkan Senator Hillary Clinton, mantan first lady Amerika yang sangat populer. Tapi nyatanya bisa, meskipun tentu melalui perjuangan yang tidak gampang.
Jadi, sebaiknya jangan cepat-cepat terlalu yakin dengan suasana hari ini. Karena bukan tidak mungkin masih akan ada kejutan-kejutan menjelang 2009. Kita tunggu saja. dimuat : www.myrmnews.com
» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
|